WAJIB KALIAN BACA DAN SEBARKAN !!! KETAHUILAH, INI 46 HAL YANG MENYEBABKAN SESEORANG MENDAPAT SIKSA KUBUR !!!



Ulama ahli sunnah wal jama’ah setuju kalau manusia akan alami siksa atau nikmat kubur setelah kematian, sebelumnya dibangkitkan di Hari Kiamat untuk dihisab. Dalam banyak kisah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam merinci sebab-sebab yang mengantarkan seorang manusia sampai layak memperoleh siksa kubur.

Di bawah ini kami kutip 46 hal yang mengakibatkan seorang memperoleh siksa kubur. Kami nukil dari kitab Roh tulisan Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah.

*Mengadu domba, ghibah, serta dusta
*Memberikan kesaksian palsu
*Menyebarkan fitnah
*Mengajak pada bid’ah
*Mengatakan mengenai Allah Ta’ala serta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tanpa ada               landasan ilmu
*Berbicara semaunya tanpa ada aturan
*Terlibat dalam transaksi riba ; yang mengambil, pemberi, penulis, serta saksi-saksinya.
*Menggasak harta anak yatim
*Mengonsumsi duit sogok
*Mengambil harta sesama muslim dengan cara bathil atau memakan harta pakar dzimmah
*Mengonsumsi minuman serta zat yang memabukkan
*Berzina serta pelaku s3*ks sesama jenis (LGBT)
*Mencuri serta menipu
*Menumpuk barang (padahal banyak umat manusia yang butuh)
*Melakukan beberapa hal yang disucikan Allah Ta’ala
*Menggugurkan beberapa hal yang diwajibkan Allah Ta’ala
*Mengganggu serta menyakiti orang Muslim
*Mencari-cari aib orang Muslim
*Berhukum dengan yg tidak di turunkan oleh Allah Ta’ala
*Menyampaikan fatwa yang bertentangan dengan syariat Allah Ta’ala serta Rasulullah Shallallahu       ‘Alaihi Wa sallam.
*Menolong perbuatan dosa serta permusuhan
*Membunuh jiwa yang diharamkan Allah Ta’ala untuk dibunuh
*Menggugurkan hak-hak asma’ Allah Ta’ala serta sifat-sifat-Nya
*Mengingkari asma’ Allah Ta’ala serta sifat-sifat-Nya
*Mendahulukan pendapat pribadi dari pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam
*Meratapi kerabat yang wafat dunia, serta orang yang mendengarkan dan mendiamkannya
*Mendengarkan lagu-lagu yang diharamkan oleh Allah Ta’ala serta Rasul-Nya dan orang yang             mendengarnya
*Mendirikan masjid diatas kuburan serta menyalakan pelita disana
*Bersikap curang waktu menimbang ; meminta tambahan waktu menimbang untuk dianya serta           mengurangi waktu menimbang untuk orang lain
*Berlaku sewenang-wenang, sombong, membanggakan diri, serta pamer
*Menghina ulama salaf ataupun khalaf
*Datang, bertanya, serta yakin pada ahli nujum, dukun, serta peramal
*Membantu orang zalim yang menjual akhirat dengan dunia
*Orang yg tidak perduli ketika diingatkan supaya takut pada Allah Ta’ala karena kedurhakaan yang     dia kerjakan
*Mendapatkan petunjuk dari Allah Ta’ala serta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, namun tak     mengikutinya serta tak peduli
*Menerima apapun yang di sampaikan oleh orang yang memperoleh persangkaan sebaiknya, tak           perduli apakah yang di sampaikan adalah kebenaran atau kesalahan, serta tak lakukan penentangan     (bila yang di sampaikan berbentuk kesalahan)
*Mendengar bacaan al-Qur’an namun hatinya tak terketuk sedikit juga oleh maknanya, bahkan juga     terasa risih waktu dengarkan kalam suci itu. Demikian sebaliknya, bila *menyimak omongan setan     berbentuk keburukan, nyanyian, serta lagu-lagu, dia segera bangkit serta semangat                               mendengarkannya
*Bersumpah palsu atas nama Allah Ta’ala serta berdusta
*Bangga dengan kedurhakaan yang ditangani, perbanyak serta menyebarkannya di kelompok               beberapa temannya atau mengerjakan kedurhaan dengan cara terang-terangan
*Melontarkan kata atau kalimat yang kotor serta jorok, umpatan serta hinaan, yang mencerminkan       buruknya akhlak
*Mendirikan shalat diakhir saat serta tak berdzikir pada Allah Ta’ala terkecuali cuma sedikit
*Tidak membayar zakat harta dengan sukai rela
*Tidak menunaikan haji walau telah memiliki kemampuan
*Tidak penuhi hak walau mampu melaksanakannya
*Tidak perduli dari mana harta yang didapat, dari yang halal atau dari yang haram
*Tidak menyambung tali persaudaraan, tak mengasihi orang miskin, janda, anak yatim serta hewan       piaraan, tak juga menganjurkan orang lain untuk mengasihi orang miskin

Di akhir penjelasannya, ulama yang juga menulis kitab ‘Uddatush Shabirin ini menyampaikan, “Dan ada banyak perincian lain, yang semasing tergantung dari sedikit serta banyak, kecil serta besarnya. ”

Sebaiknya kita membaca ke empat puluh enam poin ini serta menghafalkannya dengan baik. Supaya selalu diingat serta dipakai dalam kehidupan keseharian. Mudah-mudahan Allah Ta’ala menyelamatkan kita dari siksa kubur. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan pada kita nikmat pendam. Sebab siksa atau nikmat di alam kubur adalah awalan apakah seorang layak ditempatkan di surga atau neraka.

Semoga Allah Ta’ala mengumpulkan kita di surga-Nya. Aamiin.
Share on Google Plus

About Sartika Dewi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.