INILAH KISAH NYATA YANG SANGAT MENGHARUKAN SEKALI !!! PENYESALAN SEORANG AYAH AKIBAT SALAH PILIH IBU TIRI UNTUK ANAK TERCINTANYA !!!



Rasa kehilangan mengiris-iris hati waktu istri meninggal beberapa waktu usai melahirkan bayi. Hari-hari selanjutnya, kesepian menyergap. Hidup terasanya hampa tanpa ada kehadiran istri tercinta. Berat. Ia tidak kuasa mengurus bayinya seorang diri, walau sudah dibantu oleh bibi.

Tujuh bulan lalu, ia mengambil keputusan untuk menikah lagi. Mengharapkan anaknya tidak kehilangan asupan kasih sayang dari seorang ibu, walau cuma ibu tiri.

Sayangnya, istri barunya itu tidaklah sosok ibu tiri yang baik. Ia kurang tulus mengasihi anak tiri semata wayangnya. Terlebih setelah ia sendiri melahirkan bayi. Anak tiri ia serahkan pada pembantu.


Tidak cuma tidak disayang, anak itu juga sering memperoleh perilaku tak adil dari ibu tiri. Dari mulai perlakuan, perkataan, sampai makanan.

Suatu petang, waktu makan malam, ibu tiri makan dengan lahapnya. Ia nikmati bermacam menu sambil menyuapi anaknya sendiri. Anak tiri yang saat ini berumur empat tahun itu terlihat begitu menginginkan memakan makanan yang dihidangkan. Ia menjulurkan tangannya. “Mau apa kau?!, ” satu bentakan dari ibu tiri mengagetkannya. Ia menarik kembali tangannya, kepalanya tertunduk, berwajah terlipat ketakutan.

“Aku lapar…” kata bocah itu.
“Ini makananmu, ” kata ibu tiri sejurus setelah mengambilkan sepiring nasi. “Pergi serta makanlah di halaman sana! ”

Dengan mata berderai, gadis kecil itu pergi keluar membawa piringnya. Ia melawan dinginnya malam musim dingin dengan makanan yang tidak bergizi serta tidak mengenyangkan.

“Di mana anak kita? ” tanya suami sepulang kerja.
“Sama pembantu, ” jawab istri sekenanya.

Lelah setelah seharian bekerja membawa lelaki itu cepat terlelap. Tetapi beberapa waktu lalu ia terbangun.
“Aku bermimpi istriku datang serta menyuruhku mencari anakku, ” pamitnya sewaktu akan bangun.
“Tidak usah. Dia kan sama pembantu. Lagi pula itu hanya mimpi, ” sang istri mencegahnya.

“Bangun! Mencari anakmu, ” kata almarhumah istrinya dalam mimpi itu. Tampak seperti nyata serta segera membuatnya terbangun. Lagi-lagi, ibu tiri gadis kecil itu menghalanginya.
“Sudahlah, tidur saja. Itu cuma mimpi. ”

Lelaki itu juga kembali terpejam. “Tamat sudah Mas, anak kita sudah sampai di tempatku” sang suami kaget serta ketakutan. Ia terbangun dengan keringat dingin. Kali ini istri keduanya tidak mampu menghalangi.

Ia mengetuk kamar pembantu, ternyata anaknya tidak ada disana. Ia bersama pembantunya segera mencari kesana kemari. Sampai menjelang pagi, ia temukan anaknya telah tidak bernyawa. Mati dengan badan meringkut tanpa ada selimut dengan satu piring di sampingnya.

*Disarikan dari kisah nyata Qashashun Abkatni karya Salim Muraisyid
Share on Google Plus

About Sartika Dewi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.